Postingan

Konsep Kisah dalam Al Quran

Allah menjadikan Al-Quran sebagai kurikulum kehidupan. Dan tentang Al-Quran ini juga Rasulullah SAW bersabda,  إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواما ويضع به آخرين Sesungguhya Allah mengangkat kaum-kaum dengan Al-Quran. Dan Allah menjatuhkan kaum-kaum yang lain juga dengan Al-Quran. Quran tidak hanya mengangkat dalam kehidupan dunia, namun juga mengangkat di akhirat.  يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ ، كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا ، فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا.  “Dikatakan kepada penghafal Alquran: "Bacalah, naiklah dan baca secara tartil. Seperti engkau membaca tartil di dunia. Karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi dari Amr bin Ash) Karakter Quran akan selalu mengangkat siapapun yang bersentuhan dengannya. Malaikat termulia adalah malaikat Jibril yang Allah tugaskan menyampaikan Al-Quran. Rasul yang Allah pilih untuk menerima wahyu Al-Quran menjadi Rasul termulia, yaitu Nabi...

Tentang Nama

Islam tidak mengenal "apalah arti sebuah nama". Setiap nama dalam Islam harus baik, mengandung makna yang baik. Abdul Muthalib kakek Rasulullah SAW mempunyai beberapa anak laki-laki. Di antaranya Abu Lahab yang memiliki nama asli Abdul 'Uzza (nama patung), juga Abu Thalib yang nama aslinya Abdul Manaf. Namun Allah memilih bahwa Rasulullah SAW lahir dari anak Abdul Muthalib yang bernama "Abdullah". Begitu ibunda beliau yang bernama "Aminah". Nama yang artinya baik, dan memiliki akar kata yang sama dengan "aman", "iman", dan "amanah". Pun ketika Rasulullah SAW masih bayi dan hendak disusui oleh Halimah, sang kakek menanyakan kepada Halimah tentang namanya. Kakeknya lega melepas bayi Muhammad SAW yang mulia kepada seorang wanita bernama Halimah (artinya: santun) yang berasal dari Bani Sa'd (artinya: kebahagiaan). Dalam perjalanan perang Khaibar, Rasulullah SAW berhadapan dengan beberapa pilihan jalan. Beliau pun menanyaka...

Mengawali Generasi Hebat

Mencetak Ahli Ilmu, Belajar dari Ayah Imam al-Ghazali. Bagaimana mengawali lahirnya seorang yang hebat? __________ 🅰️pakah harus kaya untuk memfasilitasi anak kita? Atau harus selalu berusaha memberikan sekolah mahal dengan biaya melangit untuk pendidikan mereka? Dari mana semua itu diawali? Mari sejenak kita menengok sosok orang besar di balik Imam al-Ghazali yaitu ayahanda beliau. AYAH Imam Al Ghazali  adalah seorang fakir yang shalih, hanya mangandalkan makanan dari hasil tenunan kain wol.  Beliau memiliki setidaknya tiga sifat yang patut kita renungi dalam-dalam.  1️⃣ *Pertama,* adalah menjaga diri dari rizki yang tidak halal,  2️⃣ *Kedua,* mencintai majelis ilmu. Ayah Imam Al Ghazali gemar berkeliling kepada para penuntut ilmu fiqih untuk berkhidmat kepada mereka, dan juga menghadiri majelis-majelis nasihat. 3️⃣ *Ketiga,* berdo'a dengan sungguh-sungguh demi anaknya.  ✅ *Jika ia mendengar perkataan dari salah satu ahli ilmu fiqih, ia pun menangis dan berdo'...

BAGAIMANA ENGKAU MENGHABISKAN WAKTU?

Oleh : Cahyadi Takariawan Belajar Mengoptimalkan Waktu dari Orang Terdahulu Muhammad bin Hasan (132-189 H), salah seorang murid Imam Abu Hanifah, tidak tidur malam kecuali sedikit. Di sampingnya selalu ada buku. Jika bosan dengan satu buku, ia akan membaca buku yang lain. Al-Baqilani tidak tidur malam sebelum selesai menulis sebanyak 35 lembar. Kebiasaan beliau adalah shalat 20 rakaat setiap malam. ‘Isham bin Yusuf Al-Balkhi (w. 215 H), seorang ahli fiqh dan hadits, rela membeli sebuah pena dengan harga mahal. Ia menyatakan, umur manusia begitu pendek, sementara ilmu begitu banyak. Sudah seharusnya penuntut ilmu tidak menyia-nyiakan waktunya. Seorang ahli hadits, ‘Ubaid bin Ya’isy, guru dari Imam Bukhari dan Muslim, terbiasa makan malam dengan disuapi oleh saudarinya. Tangan beliau sibuk menulis hadits. Tidak ada waktu untuk menyentuh makanan. Muhammad bin Suhnun Al-Qairuwani (202-256 H), disuapi makan malam oleh pelayannya, sementara Ibnu Suhnun sendiri sibuk menulis kitab. Abu Raihan...

[Baiti Jannati 4] Nak, Kenalilah Allah

Gambar
Dari kajian Kursihikmah.id oleh Ust. Maman Surahman, Lc Pendidikan iman sesungguhnya adalah harapan dan kegelisahan para Nabi dan orang-orang shalih. Di Thaif, Rasulullah disakiti dan tidak membalas. Bahkan ketika malaikat menawarkan untuk melemparkan gunung batu kepada mereka, Rasulullah justru mendoakan anak keturunan penduduk Thaif kelak menjadi orang beriman. Setiap Nabi menyeru kaumnya dengan membawa aqidah, dan mendidik anak keturunan mereka dengan keimanan. Nabi Nuh as. berdakwah 950 tahun namun salah satu puteranya tidak beriman. Allah memotret kesedihan beliau dalam Al-Quran tentang kafirnya puteranya tersebut. (وَهِیَ تَجۡرِی بِهِمۡ فِی مَوۡجࣲ كَٱلۡجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ وَكَانَ فِی مَعۡزِلࣲ یَـٰبُنَیَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ) [Surah Hud 42] Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku sa...

Rumah Ibrahim

Ibrahim . Bukan manusia biasa. Bukan pula Nabi biasa. Ia adalah ayah para Nabi. Rasul yang terpilih, salah satu dari Rasul Ulul 'Azmi. Namanya Allah abadikan sebagai nama sebuah surah dalam kitab paling agung, Al-Quran. Kisahnya bertebaran dalam surah-surah lain. Tentang masa kecilnya, keshalihannya, kepahlawanannya, keluarga dan masa tuanya. Setiap jejak kehidupannya adalah inspirasi. Menjadi bekal kehidupan dan panutan kita hingga kini. Sebut saja prosesi kurban di hari Idul Adha, melontar jumrah, sampai prosesi Sa'i yang diambil dari kisah beliau dan keluarganya. Ibrahim . Allah menempanya dengan kelahirannya di tengah masyarakat kafir, dengan pemimpin kafir, bahkan ayah yang kafir lagi kejam. Ancaman untuk keimanannya datang dari orang yang paling disayanginya, ayahnya sendiri. Kelembutan hatinya membuatnya tetap mendoakan sang Ayah, agar Allah mengampuninya. Namun keimanan  Ibrahim  di atas segalanya. Ketika ia tahu bahwa tak ada ampunan bagi mereka yang meninggal dalam k...

Tentang Wabah

Gambar
*KEUTAMAAN WABAH THAUN* Lama saya merenung, mengapa Imam Ibnu Hajar memberi judul bukunya, "Keutamaan Wabah Thaun". Ini seperti andaikata saya membuat judul tulisan ini, "Keutamaan Wabah Korona."  Kira-kira bagaimana  reaksi Anda?  Padahal thaun adalah wabah yang sangat mengerikan. Orang sore terkena, paginya bisa meninggal. Begitu pun yang terkena wabah pagi hari, sorenya bisa meninggal. Konon, dua putra Imam Ibnu Hajar termasuk yang wafat karena thaun. Saking dahsyatnya, dulu para sahabat pernah menyalatkan jenazah puluhan korban wabah thaun dalam sekali shalat jenazah. Wabah thaun inilah yang sering dikiaskan dengan pandemi Korona. Walaupun jika dicari perbedaan, banyak sekali perbedaannya. Namun saya tidak akan membahas detail-detail masalah di atas. Butuh waktu. Butuh kecermatan untuk membahasnya. Selain bekal yang cukup dalam ilmu. Biar orang lain yang membahas, apakah Korona sama dengan thaun? Ataukah lebih dahsyat? Atau lebih ringan. Saudara-saud...

[Mensucikan Jiwa] Ujub; Takjub pada Diri Sendiri

*** Ibnu Athaillah mengatakan: Pangkal semua kemaksiatan, kelalaian, dan syahwat adalah ridha terhadap diri sendiri. Sedangkan pangkal semua ketaatan, kewaspadaan, dan menjaga diri adalah kamu tidak ridha terhadap diri. Kamu berteman dengan orang bodoh yang tidak ridha terhadap dirinya sendiri adalah lebih baik bagimu daripada kamu menemani orang pandai yang ridha terhadap dirinya. *** Obat ujub adalah tunduk pada musyawarah. Obat dari mengikuti hawa nafsu adalah ketaatan pada nash (Quran dan hadits). Obat dari kikir adalah kedermawanan. Obat dari cinta dunia adalah mengingat akhirat dan beramal untuk akhirat. *** Aisyah _radhiyallahu 'anha_ ditanya: "Kapan seseorang telah berlaku buruk?" Jawab Aisyah, "Ketika dia menyangka telah berbuat baik." *** *Mutiara Tazkiyah* Sesungguhnya ketika engkau merasa ujub dengan amal ibadahmu kemudian berkata, "Allah telah memberi taufiq kepadaku untuk melakukan amal ibadah karena kecintaanku pada-Nya", maka siapakah y...

[Awwab] Mas Gagahku

Gambar
Assalamu'alaykum, kak Awwab.. Ini tahun 2021 dan blog tidak lagi populer seperti saat kak Awwab masih bayi. Koneksi internet sekarang sudah berkali-kali lipat lebih cepat, dan vlog (video blog: youtube dll) jauh lebih menarik. Tapi buat mama, blog tetap bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh vlog, yaitu merekam kenangan tanpa kamera, hehe.. Jadi karena mama tidak yakin masih ada orang yang membaca blog mama, mama tujukan tulisan-tulisan ini cukup untuk kakak ya. Semoga suatu saat kakak membacanya dan senang dengan kenangan-kenangan yang mama tulis 🥰. Nah, ini foto kakak ketika mau berangkat ke rumah Sayyid untuk seterusnya olahraga bareng. Kakak sudah besar banget, masyaAllah. Rasanya seperti mimpi dulu kakak ada di perut mama 😁. Semoga Allah selalu menjagamu, kak.. 😍 Mama amat sangat bersyukur pada Allah atas anugerah seorang anak sepertimu, kak Awwab. Kakak yang mama kenal sampai saat ini, masih mirip seperti ketika kecil dulu. Paling semangat membantu o...

[Eisyah] Celoteh Kecil

Gambar
2020:  Suatu hari ketika kesal pada Awwab. "Kak Awwab, kamu meninggal aja nanti di kubur ditemenin Quran. Eisyah gak mau nemenin kakak!" 2021:  April Eisyah pertama kali mendaftar ke Kuttab Al-Fatih yang selalu jadi impian dan bahan pembicaraannya, namun qodarullah belum diterima. Ada kecewa di matanya, namun dia tegar. "Mama punya anak seperti xxx (menyebutkan ciri kakaknya), dan punya anak hebat yang gak diterima di Kuttab tapi sabar." * ada getar yang mengharukan dari suara dan matamu yang menggetarkan hatiku. Maafkan mama nak, sebenarnya bukan Eisyah yang belum diterima, tapi mama 💔 InsyaAllah tahun depan kita daftar lagi ya sayang. Semoga saat itu Allah izinkan kak Eisyah diterima untuk belajar di Kuttab dan itu baik untukmu, untuk dunia akhiratmu ❤

[Bahasa Arab] Al-Hiwaayah/Hobi

بسم الله الرحمن الرحيم الهواية (al-hiwaayah/hobi) Pertanyaan mengenai hobi merupakan salah satu cara yg baik untuk mencairkan suasana ketika berkenalan. Pertanyaannya sederhana saja: ما هِوَايَتُك؟ (maa hiwaayatuk) Jawabannya juga mudah: هِوَايَتِي ......... (Hiwaayatii ________) (diisi dgn nama hobinya) قراءة (qiroo_ah/membaca) كتابة (kitaabah/menulis) سباحة (sibaahah/renang) كرة القدم (kurotul qodam/sepakbola) Contoh prakteknya begini: ما هوايتك ؟ (maa hiwaayatuk) Apa hobimu? هِوَايَِي القِرَاءَة (hiwaayati al-qiroo-ah) Hobiku membaca. Mudah ya? ;) Jadi, مَا هِوَايَتُك؟ :) #yg ingin tau jenis hobi lain, silakan ditanyakan di kolom komentar :) DailyArabicLesson by: @ArabicWay pin:27FAC965 Sent from BlackBerry® on 3

[Bahasa Arab] An-Nidaa/Panggilan 5

بسم الله الرحمن الرحيم Contoh penggunaan kata2 panggilan beserta jawabannya dalam percakapan sbb ;): Contoh 1: أستاذ : تعال يا محمد محمد : حاضر يا أستاذ أستاذ: امسح السبّورة (imsah as-sabburoh -hapus papan tulis itu) محمد: سمعا وطاعة Contoh 2: أستاذة: تعالي يا زهراء زهراء: لبّيك يا أستاذة أستاذة: هيّا بنا نصلّي (hayya bina nusholli - ayo kita shalat) زهراء: طيّب Sengaja di sini tdk saya beri harakat, supaya teman2 review lagi pelajaran kemarin & berlatih membaca tanpa harakat ya :). Mudah, insyaAllah :) Sent from BlackBerry® on 3

[Bahasa Arab] An-Nidaa/Panggilan 4

بسم الله الرحمن الرحيم Alhamdulillah kita sudah belajar 3 macam kata panggilan yg umum digunakan, yaitu: يا / أيّها / أيّتها تعال/ تعالَيْ / تعاليا / تعالَوا هيّا / حيّ Nah, hari ini kita belajar bagaimana menjawab panggilan tsb.. :) نعم (na'am) حاضر/حاضرة (haadhir/haadhiroh) لبّيك (labbaik) سمعا وطاعة (sam'an wathoo'ah) بكلّ سرور (bikulli suruur) Yg paling umum & mudah adalah jawaban نعم (na'am), yg berarti "iya". Kemudian ada kata: حاضر (haadhir) & حاضرة (haadhiroh) untuk perempuan. Nah, sepertinya kata لبّيك adalah yg paling familiar ya? ;) Kata tsb bermakna "Aku penuhi panggilanmu", digunakan untuk menjawab panggilan org yg dihormati spt orangtua, juga kepada Allah swt dalam ibadah umroh/haji: لبّيك اللهم لبّيك.. LabbaykaLLahumma Labbayk.. Semoga Allah beri kita kesempatan menunaikan haji/umrah, yg sudah berangkat semoga kembali mendapat undangan dari-Nya. Aaamiin :) DailyArabicLesson by: @ArabicWa...

[Bahasa Arab] An-Nidaa/Panggilan 3

بسم الله الرحمن الرحيم Setelah mempelajari kata panggilan "Hai" & "Kemarilah", hari ini kita belajar kata "Ayo" atau "Mari" :) هيّا (hayya) حيّ (hayya) Dua kata tsb memiliki arti yg sama yaitu "ayo" atau "mari". Agak mirip dgn terjemahnya ya, "AYO" :). Perbedaannya hanya pada huruf awalnya, yg pertama memakai huruf ha besar dan yg kedua menggunakan huruf ha kecil. Dalam percakapan sehari2, هيّا lebih banyak digunakan. Contohnya sbb: هيّا بنا نذهب (hayya binaa nadzhab - ayo kita pergi) Digunakan tanpa kalimat sempurna pun tdk masalah, penggunaannya hampir serupa dgn kata "ayo" dalam bahasa Indonesia :) Sdangkan حيّ tidak banyak digunakan dlm percakapan sehari2, namun digunakan dalam azan yg kita dengar 5x sehari lho.. :) حيّ على الصلاة (hayya 'alas sholaah - mari kita shalat) هَيَّا نُمَارِسُ اللُّغَة (hayyaa numaarisul lughah) Ayo kita praktekkan bahasa (Arab)! <=-p D...

[Bahasa Arab] An-Nidaa/Panggilan 2

بسم الله الرحمن الرحيم Khusus untuk 'panggilan' kepada ALLAH, kita pasti sudah sangat familiar dengan kata ini kan? اللّهم (alloohumma-yaa Allah) Walaupun hanya terdiri dr satu kata, tp sudah berarti "Ya Allah"/"Wahai Allah".. Selain kata panggilan "wahai", ada juga kata panggilan "kemarilah", yaitu: تعال (ta'aal) تعالي (ta'aalay) تعالوا (ta'aalau) Semuanya bermakna sama yaitu "kemarilah". Penggunaannya dalam kalimat sbb: تعال يا محمد (ta'aal ya Muhammad) تعالي يا فاطمة (ta'aalay yaa Fathimah) تعالوا يا أولاد (ta'aalau yaa awlaad-kemarilah wahai anak2) Perhatikan baik2,, Kata تعال digunakan u/ memanggil org laki2. Sedangkan تعالي u/ memanggil perempuan. Dan تعالوا digunakan u/ memanggil 3 orang atau lebih (jamak). Mari mulai praktekkan kata2 tsb dalam percakapan sehari2, semoga Allah memudahkan kita bercakap2 dgn bahasa syurga ;) Ada juga lho, di Al-Quran tepatnya...

[Bahasa Arab] An-Nidaa/Panggilan

بسم الله الرحمن الرحيم Kalau dalam bahasa Indonesia terdapat kata yg menunjukkan panggilan seperti "wahai", bahasa Arab juga mengenal beberapa macam jenis panggilan, di antaranya sbb: يا (Yaa) أيّها (ayyuha) أيّتها (ayyatuha) Tiga kata tersebut sama2 bermakna "wahai". Namun kata "Yaa" lebih umum dan bisa dipakai untuk memanggil siapapun, anak2, teman sebaya maupun orgtua. Sedangkan "ayyuha" khusus untuk laki2 & "ayyatuha" khusus untuk perempuan. Jika "Yaa" dan "Ayyuha" digabung, itu menunjukkan bahwa panggilan tsb sangat penting. Contoh penggunaan: يا محمد يا أستاذة أيها المسلمون Didalam Al-Quran pun banyak sekali terdapat kata panggilan ini, di antaranya: يَا أَيُّهَا الكَافِرُون (الكافرون:1) يَا أَيَّتُهَا النَفْسُ الْمُطْمَئِنَّة (الفجر: 27) Temukan 1 contoh lagi dr Al-Quran dan silakan tulis di kolom komentar ;) DailyArabicLesson by: @ArabicWay pin:27FAC965 Sen...

Cinta Istri Imran

Imran, laki-laki yang Allah muliakan dengan menjadikan keluarganya menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran. Surah Ali Imran: keluarga Imran. Sudah pasti kemuliaan semacam itu ada karena keistimewaannya. "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala ummat". QS: Ali Imran: 33 Kisah tentang indahnya cinta keluarga Ibrahim sudah banyak kita dengar. Tentang ia yang menikahi Haajar dan memiliki Ismail, yang ia tinggalkan di negeri tandus. Lalu Allah menyirami mereka dengan zamzam dan keberkahan yang tak putus. Karena kesabaran dan kepasrahan mereka. Juga tentang kabar gembira untuk Sarah yang memiliki Ishaq. Kisah penyembelihan Isma'il, hingga kisah anak-bapak yang membangun ka'bah, yang semuanya penuh hikmah. Beruntungnya keluarga Imran, disejajarkan oleh Allah dengan keluarga seistimewa keluarga Ibrahim. Beruntungnya mereka, karena kelak mereka memiliki Maryam. Para ibu atau yang akan menjadi ibu pasti tau, betapa i...

[Bahasa Arab] Kata-kata yang Berkaitan 1

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh ;) Malam gerimis memberi saya inspirasi tentang "payung". Payung? :D Seperti biasa, bahasa Arab memiliki keunikan yg khas pada perubahan kata-nya. Payung: مِظَلَّة (mizhollah) Contoh dalam kalimatnya begini: خُذْ المِظَلَّة، مِنْ فَضْلِك.. (Khudzil mizhollah, min fadhlik) Tolong ambilkan payung. Nah, ada kata lain yg memiliki susunan huruf yg mirip, yaitu ظِلٌّ (zhillun). Artinya: naungan. Bisa melihat keterkaitan antara 2 kata tsb? Ya, "payung" dapat juga dikatakan "alat untuk menaungi" bukan? ;) Kata tsb disebut dalam sebuah hadits menyentuh yg sangat populer: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِ...

[Bahasa Arab] Kata Ganti Orang & Perubahannya 2

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Menjelang Ramadhan, pastinya ibadah mulai diperbanyak ya. Terutama membaca Al-Quran :). & yg namanya membaca sesuatu, pastinya lebih enak kalau kita memahaminya. Kita lanjutkan pembahasan ttg kata ganti ya, mudah2an ketika lagi tilawah, satu-dua kata bisa kita pahami & membuat kita makin senang & ringan membaca Quran :) "DIA" (هُوَ-huwa) Seperti yg kita pahami dlm bahasa Indonesia, "dia" adalah kata ganti org ketiga (org yg tdk terlibat dlm percakapan/yg sedang dibicarakan). "Huwa" adalah bentuk asli kata "dia", jika posisinya sebagai subjek atau berdiri sendiri, tidak melekat pd kata kerja atau huruf apapun. Contohnya,, Bisa kita buka/ingat2 QS: Al-Ikhlash:1 ya. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد. Katakanlah: DIA lah Allah yg Esa. Mudah yaa :) Tapi jika posisinya sebagai objek, kepemilikan, atau melekat pd kata kerja lain, bentuknya menjadi "HU" (هُ) sa...

[Bahasa Arab] Kata Ganti Orang & Perubahannya

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Seperti bahasa Indonesia, bahasa Arab juga memiliki kata ganti orang pertama (saya, kami/kita), kata ganti orang kedua (kamu/anda, kalian) & kata ganti orang ketiga (dia, mereka). Kata2 ganti tsb juga berubah seiring posisinya dalam kalimat. Misal: Kata "kamu" bisa berubah jadi "mu" saja, tergantung posisi & konteksnya. Contoh: bersama-mu, milik-mu. Nah, begitu juga bahasa Arab. Kali ini kita bahas ttg "KAMI" dulu ya, yg perubahannya paling mudah ;). "Kami" bahasa arabnya "nah-nu" (نحن). Cek QS: Fusshilat (41): 31. نَحْنُ أَوْلِيَاءُكُمْ ....... Kamilah pelindung2mu ...... Di situ "nah-nu" berposisi sbg subjek & berada di depan. Bentuknya berubah jika posisinya menjadi objek atau menjelaskan kepemilikan. Mudah saja, berubahnya hanya menjadi "naa" (نَا) :). Lihat ayat sebelumnya (Fusshilat:30): ... قَلُوا رَبُّنَا ...