Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibu

Celoteh Kecil 2

Gambar
Sekarang Awwab berusia 5 tahun.. Alhamdulillah, Awwab tumbuh cerdas, gagah dan sangat aktif. Terkait kata 'gagah', itu adalah kata pujian yang paling dia suka. Kalau kami memintanya memakai sepatu sementara dia ingin memakai sandal, kami tinggal mengatakan padanya, "Kalau pakai sepatu, lebih gagah deh". InsyaAllah dia segera menurut :D Dia juga senang sekali menyisir rambutnya dengan rapi dan selalu menyimpan sisir di tas sekolahnya, karena ada yang pernah mengatakan padanya bahwa ia sangat 'gagah' dengan rambut yang tersisir rapi. Hehehehe... Seiring dengan keaktifannya, Awwab sangat suka memanjat pohon. Suatu hari Awwab memanjat pohon bersama beberapa teman laki-lakinya. Lalu datang sepupuku dengan 2 anak perempuannya yang sedikit lebih muda dari Awwab. Sakinah dan Salwa. Sakinah memandangi Awwab yang sedang memanjat pohon dengan lincah, sementara Salwa menempel pada ibunya. Menyadari bahwa Sakinah memperhatikannya, Awwab pun memanggil, "Sa...

Maher & Susu

Gambar
Maher pecinta susu. Seperti aku (hehe). Dan kesukaannya pada susu membuatku serasa bercermin pada masa kecilku dulu. Frekuensi minum susunya yang bisa sampai 5 kali sehari, bahkan caranya 'meracik' sendiri susu yang ia sukai, persis seperti aku. Padahal gak pernah diajarkan lho . Awwab kakaknya, sangat berbeda 180 derajat. Untuk minum susu di pagi hari saja harus dipaksa atau diiming-imingi. Minumnya diseruput, sedikit-sedikit dan memakan waktu lama. Sering sekali terjadi, dua gelas susu yang aku sediakan akhirnya diminum Maher semua. Kalau aku protes, "Maher kok minum susu kakak?", si kakak malah membela, "Gak papa kok, buat Maher aja". Toeww... Beberapa hari yang lalu, tepatnya 9 April, di hari besar pesta demokrasi Indonesia, aku pergi ke TPS (tempat pemungutan suara) pagi-pagi sekali. Hampir berbarengan dengan suami yang memang bertugas menjadi saksi di sana. Anak-anak belum bangun. Akupun segera mendaftar dan mencoblos, memberi cemilan sekedarny...

The Centong Hunter (Awwab dan Empatinya)

Gambar
Setiap anak adalah istimewa. Itulah yang selalu saya coba tanamkan dalam diri ini, untuk menghindari kemungkinan semacam pilih kasih yang memang sangat alami terjadi =) Melihat Maher dengan wajahnya yang cenderung imut-imut dan tingkahnya yang manja, saya kerap lebih senang memanjakannya dengan pelukan, dll. Karena tanpa saya peluk pun, Maher memang suka sekali menyandarkan tubuhnya di tubuh saya, dalam aktivitas apapun (bahkan sekarang saat saya menuliskan ini, hehe). Tapi Awwab juga istimewa, alhamdulillah =) Sejak kecil, pembawaannya dewasa dan berwibawa. Jarang menangis sejak bayi, tidak banyak bicara dan tidak manja. Salah satu yang terlihat menonjol adalah sikapnya yang penuh empati dan hatinya yang lembut. Beberapa waktu yang lalu, bersama teman-teman sekolahnya kami piknik ke de Ranch, Lembang. Di sana mereka bermain di area The Gold Hunter. Mencari 'emas', batu kuning kecil di antara bebatuan lain di dasar kolam yang dangkal. Mereka 'dipersenjatai...

Celoteh Kecil 1

Bagiku anak-anak selalu ajaib. Dan selalu mampu menciptakan yang ajaib-ajaib di hati seorang ibu. Paling tidak itulah yang kurasakan terhadap dua buah hati mungilku. Tak terasa Awwab sudah berusia 4 tahun, dan adiknya Maher 3 tahun. Alhamdulillah.. :) Aku sangat mensyukuri keajaiban-keajaiban yang Allah ciptakan pada mereka. Tak ingin rasanya semua ini terlewat, tapi hari harus berlalu. Maka mumpung masih ingat, aku ingin menuliskannya. Lalu kelak ketika aku membacanya, aku kembali merasakan getar-getar ajaib di hatiku, getar yang sama seperti saat itu. Getar kesyukuran. Semoga :) Celoteh Awwab: Beberapa hari terakhir, Awwab kerap bermain di luar rumah. Keluar tanpa izin, tanpa alas kaki. Sesuatu yang di luar kebiasaannya, di luar dari apa yang selalu kutanamkan. Lalu beberapa kata-kata yang tidak lazim dan tidak pernah kusebut di rumah, keluar dari lidahnya. What?? Baru berapa hari bergaul bebas, dia sudah dapat kosakata buruk. Sedih bercampur kesal, aku spontan menghukumn...

Anak: Cangkir yang Kosong

Alhamdulillah, beberapa hari ini Allah swt mentakdirkan saya bertemu dan membersamai seorang anak. Anak yang unik, yang kisahnya membangkitkan kasihan sekaligus rasa sayang. Tapi sebagian perilakunya benar-benar menguji kesabaran. Sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika usianya baru 5 tahun, ayahnya yang sudah meninggalkannya dan ibunya untuk mencari nafkah tiba-tiba kembali dengan kabar bahwa ia sudah menikah lagi. Sang ibu yang tidak bisa menerima kenyataan pun memutuskan meminta cerai, lalu menikah lagi. Lalu serentet ujian menerpanya tanpa henti. Ayah tirinya dipenjara karena memukuli ibunya. Lalu ibunyabercerai lagi, dan menikah untuk yang ketiga kali. Lalu, lalu, lalu,, saya tidak bisa membayangkan hidup seperti apa yang dijalaninya. Dia di tengah-tengah kami, seperti pemandangan aneh. Ketika ia mengajak temannya bercanda dengan pura-pura mencekik, tangan terkepal mengancam. Sedikit-sedikit mencari perhatian dengan menendang, melempar, memukul apa-apa yang ada di dekatnya, bah...

Membuktikan Cinta dengan Mendengarkan

Saya sedang sibuk pada sms seorang teman ketika saya sadari Awwab (putra pertama saya yang berusia 2 tahun) menatap saya dalam dengan wajah kesal dan setengah berteriak, "Mama!". Astaghfirullah.. Ternyata ia sudah memanggil saya berkali-kali, tepat di samping saya (maafkan Mama, nak!). Kita semua tentu tau, Allah menciptakan satu mulut untuk kita dan dua telinga. Untuk apa? Ya tepat sekali. Kita sudah seharusnya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Entah berapa banyak dosa yang telah diperbuat lisan kita. Dalam sebuah page di FB ( Statusku, Ladang Subur Pahalaku ), saya menemukan kata-kata hikmah dari Lukman Al-Hakim: Wahai anakku .... bila orang2 membanggakan perkataan2 mereka .... maka engkau berbanggalah dengan diammu .... aku tidak pernah menyesali diamku sekalipun .... namun untuk semua kata2 ku .... seringkali aku menyesalinya ( Luqman Hakim ) by Habsi Al Madani Subhanallah.. Sangat benar sekali! =) Kembali ke cerita 'pengabaian' s...

Being A Mom

Gambar
Hari ini, 22 Desember 2010. FB begitu ramaaaaai dengan ucapan hari ibu. Ada permintaan maaf, ada doa, semuanya ungkapan cinta. Kira-kira kalau Awwab sudah besar, apa ya yang dia doakan untukku? ;) Bagiku, menjadi Ibu begitu sangat amazing (wuiih). Baru menjadi Ibu dengan dua anak, hidupku sudah begitu berbeda. Begitu istimewa. =) Memutuskan menjadi Ibu, adalah memutuskan untuk tidak pernah lagi tidur nyenyak. Ada ribuan pekerjaan yang harus dikerjakan dalam jutaan tahap. Kenapa begitu? Karena (bagiku) amat sulit mengerjakan suatu pekerjaan selesai tuntas dalam satu waktu. Ada kuku yang terpotong sebagian, sebagiannya lagi baru dipotong esoknya (hihi, benar2 terjadi lho!). Ada tilawah yang berhenti di tengah-tengah halaman, hampir tidak pernah berhenti di pojok. Syukurnya, tidak ada shalat yang terhenti di tengah-tengah. ;D Satu lagi, ada posting blog yang lamaaaa ga selesai juga, sampai idenya hilang-lang-lang, gak jadi posting deh! =D Tapi di samping itu semua, Menjadi ...

Menghitung Usia Kehamilan

Setiap mengintip blog saya ini, cukup sering juga saya mengintip statistik blog sampe search keyword yang mengarah ke blog ini. Salah satu yang cukup sering adalah keyword 'Menghitung Usia Kehamilan'. Sangat wajar, seperti ketika saya mengetahui bahwa saya positif hamil, yang pertama kali ingin saya ketahui adalah usia janin saya. Padahal c mungkin baru 3-4 minggu :) . Setelah googling dan googling, akhirnya ketemu juga situs yang menyediakan tool untuk menghitung usia kehamilan yang pernah saya posting di sini . Waktu itu, jelas saya belum pernah posting tentang itu di blog ini. Nah, karena cukup banyak yang 'nyasar' dengan tujuan menghitung usia kehamilan di blog ini, saya putuskan memuat juga tool yang saya ambil dari situs aslinya ibuhamil.com . Kalau gambarnya gagal tampil, silakan coba di sini . Atau jika ingin tiap hari mengontrol perkembangan sang calon buah hati tanpa harus online, silakan download di sini . Letakkan kursor di atas objek. Kemudian putar sesuai ...

Indahnya Cinta Pertama...

Gambar
Cinta... Adakah manusia yang mengaku dirinya bukan seorang pecinta? Bagai pujangga mereka menebarkan kata-kata indah Namun... Sesungguhnya cinta yang indah adalah cinta pertama Tak lapuk sepanjang masa, indah terpatri di jiwa Lunglai... Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah. Tak lama, sosok mungil itu ada di dalam dekapan. Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang, padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihat matanya berbinar-binar senang seraya tak henti-hentinya menyapa buah hati tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia. Bagai melepas kerinduan yang teramat dalam, pipi yang masih kemerah-merahan itu dicium dengan lembut dan kepalanya dibelai dengan manja. Yang dirindukan pun sedikit menggeliat. SubhanaLlah, betapa indahny...

Job Description

--PARENT-- Job Description : If it had been presented this way, no one would have done it!!!! POSITION : Mom, Mommy, Mama, Ma, Dad, Daddy, Dada, Pa JOB DESCRIPTION : Long term, team players needed, for challenging permanent work in an, often chaotic environment. Candidates must possess excellent communication and organizational skills and be willing to work variable hours, which will include evenings and weekends and frequent 24 hour shifts on call. Some overnight travel required, including trips to primitive camping sites on rainy weekends and endless sports tournaments in far away cities! Travel expenses not reimbursed. Extensive courier duties also required. RESPONSIBILITIES : The rest of your life. Must be willing to be hated, at least temporarily, until someone needs $5. Must be willing to bite tongue repeatedly. Also, must possess the physical stamina of a pack mule and be able to go from zero to 60 mph in three seconds flat in case, this time, the screams from the backyard ar...