Postingan

Mengawali Generasi Hebat

Mencetak Ahli Ilmu, Belajar dari Ayah Imam al-Ghazali. Bagaimana mengawali lahirnya seorang yang hebat? __________ 🅰️pakah harus kaya untuk memfasilitasi anak kita? Atau harus selalu berusaha memberikan sekolah mahal dengan biaya melangit untuk pendidikan mereka? Dari mana semua itu diawali? Mari sejenak kita menengok sosok orang besar di balik Imam al-Ghazali yaitu ayahanda beliau. AYAH Imam Al Ghazali  adalah seorang fakir yang shalih, hanya mangandalkan makanan dari hasil tenunan kain wol.  Beliau memiliki setidaknya tiga sifat yang patut kita renungi dalam-dalam.  1️⃣ *Pertama,* adalah menjaga diri dari rizki yang tidak halal,  2️⃣ *Kedua,* mencintai majelis ilmu. Ayah Imam Al Ghazali gemar berkeliling kepada para penuntut ilmu fiqih untuk berkhidmat kepada mereka, dan juga menghadiri majelis-majelis nasihat. 3️⃣ *Ketiga,* berdo'a dengan sungguh-sungguh demi anaknya.  ✅ *Jika ia mendengar perkataan dari salah satu ahli ilmu fiqih, ia pun menangis dan berdo'...

BAGAIMANA ENGKAU MENGHABISKAN WAKTU?

Oleh : Cahyadi Takariawan Belajar Mengoptimalkan Waktu dari Orang Terdahulu Muhammad bin Hasan (132-189 H), salah seorang murid Imam Abu Hanifah, tidak tidur malam kecuali sedikit. Di sampingnya selalu ada buku. Jika bosan dengan satu buku, ia akan membaca buku yang lain. Al-Baqilani tidak tidur malam sebelum selesai menulis sebanyak 35 lembar. Kebiasaan beliau adalah shalat 20 rakaat setiap malam. ‘Isham bin Yusuf Al-Balkhi (w. 215 H), seorang ahli fiqh dan hadits, rela membeli sebuah pena dengan harga mahal. Ia menyatakan, umur manusia begitu pendek, sementara ilmu begitu banyak. Sudah seharusnya penuntut ilmu tidak menyia-nyiakan waktunya. Seorang ahli hadits, ‘Ubaid bin Ya’isy, guru dari Imam Bukhari dan Muslim, terbiasa makan malam dengan disuapi oleh saudarinya. Tangan beliau sibuk menulis hadits. Tidak ada waktu untuk menyentuh makanan. Muhammad bin Suhnun Al-Qairuwani (202-256 H), disuapi makan malam oleh pelayannya, sementara Ibnu Suhnun sendiri sibuk menulis kitab. Abu Raihan...

[Baiti Jannati 4] Nak, Kenalilah Allah

Gambar
Dari kajian Kursihikmah.id oleh Ust. Maman Surahman, Lc Pendidikan iman sesungguhnya adalah harapan dan kegelisahan para Nabi dan orang-orang shalih. Di Thaif, Rasulullah disakiti dan tidak membalas. Bahkan ketika malaikat menawarkan untuk melemparkan gunung batu kepada mereka, Rasulullah justru mendoakan anak keturunan penduduk Thaif kelak menjadi orang beriman. Setiap Nabi menyeru kaumnya dengan membawa aqidah, dan mendidik anak keturunan mereka dengan keimanan. Nabi Nuh as. berdakwah 950 tahun namun salah satu puteranya tidak beriman. Allah memotret kesedihan beliau dalam Al-Quran tentang kafirnya puteranya tersebut. (وَهِیَ تَجۡرِی بِهِمۡ فِی مَوۡجࣲ كَٱلۡجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ وَكَانَ فِی مَعۡزِلࣲ یَـٰبُنَیَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ) [Surah Hud 42] Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku sa...

Rumah Ibrahim

Ibrahim . Bukan manusia biasa. Bukan pula Nabi biasa. Ia adalah ayah para Nabi. Rasul yang terpilih, salah satu dari Rasul Ulul 'Azmi. Namanya Allah abadikan sebagai nama sebuah surah dalam kitab paling agung, Al-Quran. Kisahnya bertebaran dalam surah-surah lain. Tentang masa kecilnya, keshalihannya, kepahlawanannya, keluarga dan masa tuanya. Setiap jejak kehidupannya adalah inspirasi. Menjadi bekal kehidupan dan panutan kita hingga kini. Sebut saja prosesi kurban di hari Idul Adha, melontar jumrah, sampai prosesi Sa'i yang diambil dari kisah beliau dan keluarganya. Ibrahim . Allah menempanya dengan kelahirannya di tengah masyarakat kafir, dengan pemimpin kafir, bahkan ayah yang kafir lagi kejam. Ancaman untuk keimanannya datang dari orang yang paling disayanginya, ayahnya sendiri. Kelembutan hatinya membuatnya tetap mendoakan sang Ayah, agar Allah mengampuninya. Namun keimanan  Ibrahim  di atas segalanya. Ketika ia tahu bahwa tak ada ampunan bagi mereka yang meninggal dalam k...

Tentang Wabah

Gambar
*KEUTAMAAN WABAH THAUN* Lama saya merenung, mengapa Imam Ibnu Hajar memberi judul bukunya, "Keutamaan Wabah Thaun". Ini seperti andaikata saya membuat judul tulisan ini, "Keutamaan Wabah Korona."  Kira-kira bagaimana  reaksi Anda?  Padahal thaun adalah wabah yang sangat mengerikan. Orang sore terkena, paginya bisa meninggal. Begitu pun yang terkena wabah pagi hari, sorenya bisa meninggal. Konon, dua putra Imam Ibnu Hajar termasuk yang wafat karena thaun. Saking dahsyatnya, dulu para sahabat pernah menyalatkan jenazah puluhan korban wabah thaun dalam sekali shalat jenazah. Wabah thaun inilah yang sering dikiaskan dengan pandemi Korona. Walaupun jika dicari perbedaan, banyak sekali perbedaannya. Namun saya tidak akan membahas detail-detail masalah di atas. Butuh waktu. Butuh kecermatan untuk membahasnya. Selain bekal yang cukup dalam ilmu. Biar orang lain yang membahas, apakah Korona sama dengan thaun? Ataukah lebih dahsyat? Atau lebih ringan. Saudara-saud...

[Mensucikan Jiwa] Ujub; Takjub pada Diri Sendiri

*** Ibnu Athaillah mengatakan: Pangkal semua kemaksiatan, kelalaian, dan syahwat adalah ridha terhadap diri sendiri. Sedangkan pangkal semua ketaatan, kewaspadaan, dan menjaga diri adalah kamu tidak ridha terhadap diri. Kamu berteman dengan orang bodoh yang tidak ridha terhadap dirinya sendiri adalah lebih baik bagimu daripada kamu menemani orang pandai yang ridha terhadap dirinya. *** Obat ujub adalah tunduk pada musyawarah. Obat dari mengikuti hawa nafsu adalah ketaatan pada nash (Quran dan hadits). Obat dari kikir adalah kedermawanan. Obat dari cinta dunia adalah mengingat akhirat dan beramal untuk akhirat. *** Aisyah _radhiyallahu 'anha_ ditanya: "Kapan seseorang telah berlaku buruk?" Jawab Aisyah, "Ketika dia menyangka telah berbuat baik." *** *Mutiara Tazkiyah* Sesungguhnya ketika engkau merasa ujub dengan amal ibadahmu kemudian berkata, "Allah telah memberi taufiq kepadaku untuk melakukan amal ibadah karena kecintaanku pada-Nya", maka siapakah y...

[Awwab] Mas Gagahku

Gambar
Assalamu'alaykum, kak Awwab.. Ini tahun 2021 dan blog tidak lagi populer seperti saat kak Awwab masih bayi. Koneksi internet sekarang sudah berkali-kali lipat lebih cepat, dan vlog (video blog: youtube dll) jauh lebih menarik. Tapi buat mama, blog tetap bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh vlog, yaitu merekam kenangan tanpa kamera, hehe.. Jadi karena mama tidak yakin masih ada orang yang membaca blog mama, mama tujukan tulisan-tulisan ini cukup untuk kakak ya. Semoga suatu saat kakak membacanya dan senang dengan kenangan-kenangan yang mama tulis 🥰. Nah, ini foto kakak ketika mau berangkat ke rumah Sayyid untuk seterusnya olahraga bareng. Kakak sudah besar banget, masyaAllah. Rasanya seperti mimpi dulu kakak ada di perut mama 😁. Semoga Allah selalu menjagamu, kak.. 😍 Mama amat sangat bersyukur pada Allah atas anugerah seorang anak sepertimu, kak Awwab. Kakak yang mama kenal sampai saat ini, masih mirip seperti ketika kecil dulu. Paling semangat membantu o...