Postingan

[Bahasa Arab] Kata Ganti Orang & Perubahannya 2

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Menjelang Ramadhan, pastinya ibadah mulai diperbanyak ya. Terutama membaca Al-Quran :). & yg namanya membaca sesuatu, pastinya lebih enak kalau kita memahaminya. Kita lanjutkan pembahasan ttg kata ganti ya, mudah2an ketika lagi tilawah, satu-dua kata bisa kita pahami & membuat kita makin senang & ringan membaca Quran :) "DIA" (هُوَ-huwa) Seperti yg kita pahami dlm bahasa Indonesia, "dia" adalah kata ganti org ketiga (org yg tdk terlibat dlm percakapan/yg sedang dibicarakan). "Huwa" adalah bentuk asli kata "dia", jika posisinya sebagai subjek atau berdiri sendiri, tidak melekat pd kata kerja atau huruf apapun. Contohnya,, Bisa kita buka/ingat2 QS: Al-Ikhlash:1 ya. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد. Katakanlah: DIA lah Allah yg Esa. Mudah yaa :) Tapi jika posisinya sebagai objek, kepemilikan, atau melekat pd kata kerja lain, bentuknya menjadi "HU" (هُ) sa...

[Bahasa Arab] Kata Ganti Orang & Perubahannya

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Seperti bahasa Indonesia, bahasa Arab juga memiliki kata ganti orang pertama (saya, kami/kita), kata ganti orang kedua (kamu/anda, kalian) & kata ganti orang ketiga (dia, mereka). Kata2 ganti tsb juga berubah seiring posisinya dalam kalimat. Misal: Kata "kamu" bisa berubah jadi "mu" saja, tergantung posisi & konteksnya. Contoh: bersama-mu, milik-mu. Nah, begitu juga bahasa Arab. Kali ini kita bahas ttg "KAMI" dulu ya, yg perubahannya paling mudah ;). "Kami" bahasa arabnya "nah-nu" (نحن). Cek QS: Fusshilat (41): 31. نَحْنُ أَوْلِيَاءُكُمْ ....... Kamilah pelindung2mu ...... Di situ "nah-nu" berposisi sbg subjek & berada di depan. Bentuknya berubah jika posisinya menjadi objek atau menjelaskan kepemilikan. Mudah saja, berubahnya hanya menjadi "naa" (نَا) :). Lihat ayat sebelumnya (Fusshilat:30): ... قَلُوا رَبُّنَا ...

Celoteh Kecil 2

Gambar
Sekarang Awwab berusia 5 tahun.. Alhamdulillah, Awwab tumbuh cerdas, gagah dan sangat aktif. Terkait kata 'gagah', itu adalah kata pujian yang paling dia suka. Kalau kami memintanya memakai sepatu sementara dia ingin memakai sandal, kami tinggal mengatakan padanya, "Kalau pakai sepatu, lebih gagah deh". InsyaAllah dia segera menurut :D Dia juga senang sekali menyisir rambutnya dengan rapi dan selalu menyimpan sisir di tas sekolahnya, karena ada yang pernah mengatakan padanya bahwa ia sangat 'gagah' dengan rambut yang tersisir rapi. Hehehehe... Seiring dengan keaktifannya, Awwab sangat suka memanjat pohon. Suatu hari Awwab memanjat pohon bersama beberapa teman laki-lakinya. Lalu datang sepupuku dengan 2 anak perempuannya yang sedikit lebih muda dari Awwab. Sakinah dan Salwa. Sakinah memandangi Awwab yang sedang memanjat pohon dengan lincah, sementara Salwa menempel pada ibunya. Menyadari bahwa Sakinah memperhatikannya, Awwab pun memanggil, "Sa...

Maher & Susu

Gambar
Maher pecinta susu. Seperti aku (hehe). Dan kesukaannya pada susu membuatku serasa bercermin pada masa kecilku dulu. Frekuensi minum susunya yang bisa sampai 5 kali sehari, bahkan caranya 'meracik' sendiri susu yang ia sukai, persis seperti aku. Padahal gak pernah diajarkan lho . Awwab kakaknya, sangat berbeda 180 derajat. Untuk minum susu di pagi hari saja harus dipaksa atau diiming-imingi. Minumnya diseruput, sedikit-sedikit dan memakan waktu lama. Sering sekali terjadi, dua gelas susu yang aku sediakan akhirnya diminum Maher semua. Kalau aku protes, "Maher kok minum susu kakak?", si kakak malah membela, "Gak papa kok, buat Maher aja". Toeww... Beberapa hari yang lalu, tepatnya 9 April, di hari besar pesta demokrasi Indonesia, aku pergi ke TPS (tempat pemungutan suara) pagi-pagi sekali. Hampir berbarengan dengan suami yang memang bertugas menjadi saksi di sana. Anak-anak belum bangun. Akupun segera mendaftar dan mencoblos, memberi cemilan sekedarny...

Insya Allah, In Shaa Allah, In Syaa Allah atau ....?

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Kira-kira sejak dua bulan terakhir, berkali-kali saya mendapat banyak pertanyaan mengenai cara penulisan yang benar untuk kata إِنْ شَاءَ اللَّهُ . Bermula dari pic seorang Syaikh dalam bahasa Inggris yg menyatakan bahwa penulisan yang benar adalah "In Shaa Allah", bukan "Insha Allah" karena "Insha Allah" berarti "Create Allah". Apakah itu benar? Jawab saya: Benar sekali :) Beliau merujuk kepada penulisan dalam bahasa Arab إِنْ شَاءَ اللَّهُ yang WAJIB di tulis terpisah antara huruf nun & syin nya. Arti harfiahnya sbb: إِنْ (in/jika) شَاءَ (syaa-a/menghendaki) الله (Allahu/Allah) Jika Allah menghendaki. Sedangkan kata إِنْشَاء (dgn nun & syin menyambung) berarti: membuat. Lalu apakah yang menulis dengan "Insha Allah" atau "Insya Allah" lantas berdosa? Saya yakini tidak karena ia sama sekali tidak berNIAT mengatakan "create Allah". Penulisa...

The Centong Hunter (Awwab dan Empatinya)

Gambar
Setiap anak adalah istimewa. Itulah yang selalu saya coba tanamkan dalam diri ini, untuk menghindari kemungkinan semacam pilih kasih yang memang sangat alami terjadi =) Melihat Maher dengan wajahnya yang cenderung imut-imut dan tingkahnya yang manja, saya kerap lebih senang memanjakannya dengan pelukan, dll. Karena tanpa saya peluk pun, Maher memang suka sekali menyandarkan tubuhnya di tubuh saya, dalam aktivitas apapun (bahkan sekarang saat saya menuliskan ini, hehe). Tapi Awwab juga istimewa, alhamdulillah =) Sejak kecil, pembawaannya dewasa dan berwibawa. Jarang menangis sejak bayi, tidak banyak bicara dan tidak manja. Salah satu yang terlihat menonjol adalah sikapnya yang penuh empati dan hatinya yang lembut. Beberapa waktu yang lalu, bersama teman-teman sekolahnya kami piknik ke de Ranch, Lembang. Di sana mereka bermain di area The Gold Hunter. Mencari 'emas', batu kuning kecil di antara bebatuan lain di dasar kolam yang dangkal. Mereka 'dipersenjatai...

Celoteh Kecil 1

Bagiku anak-anak selalu ajaib. Dan selalu mampu menciptakan yang ajaib-ajaib di hati seorang ibu. Paling tidak itulah yang kurasakan terhadap dua buah hati mungilku. Tak terasa Awwab sudah berusia 4 tahun, dan adiknya Maher 3 tahun. Alhamdulillah.. :) Aku sangat mensyukuri keajaiban-keajaiban yang Allah ciptakan pada mereka. Tak ingin rasanya semua ini terlewat, tapi hari harus berlalu. Maka mumpung masih ingat, aku ingin menuliskannya. Lalu kelak ketika aku membacanya, aku kembali merasakan getar-getar ajaib di hatiku, getar yang sama seperti saat itu. Getar kesyukuran. Semoga :) Celoteh Awwab: Beberapa hari terakhir, Awwab kerap bermain di luar rumah. Keluar tanpa izin, tanpa alas kaki. Sesuatu yang di luar kebiasaannya, di luar dari apa yang selalu kutanamkan. Lalu beberapa kata-kata yang tidak lazim dan tidak pernah kusebut di rumah, keluar dari lidahnya. What?? Baru berapa hari bergaul bebas, dia sudah dapat kosakata buruk. Sedih bercampur kesal, aku spontan menghukumn...