Postingan

Insya Allah, In Shaa Allah, In Syaa Allah atau ....?

بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ Kira-kira sejak dua bulan terakhir, berkali-kali saya mendapat banyak pertanyaan mengenai cara penulisan yang benar untuk kata إِنْ شَاءَ اللَّهُ . Bermula dari pic seorang Syaikh dalam bahasa Inggris yg menyatakan bahwa penulisan yang benar adalah "In Shaa Allah", bukan "Insha Allah" karena "Insha Allah" berarti "Create Allah". Apakah itu benar? Jawab saya: Benar sekali :) Beliau merujuk kepada penulisan dalam bahasa Arab إِنْ شَاءَ اللَّهُ yang WAJIB di tulis terpisah antara huruf nun & syin nya. Arti harfiahnya sbb: إِنْ (in/jika) شَاءَ (syaa-a/menghendaki) الله (Allahu/Allah) Jika Allah menghendaki. Sedangkan kata إِنْشَاء (dgn nun & syin menyambung) berarti: membuat. Lalu apakah yang menulis dengan "Insha Allah" atau "Insya Allah" lantas berdosa? Saya yakini tidak karena ia sama sekali tidak berNIAT mengatakan "create Allah". Penulisa...

The Centong Hunter (Awwab dan Empatinya)

Gambar
Setiap anak adalah istimewa. Itulah yang selalu saya coba tanamkan dalam diri ini, untuk menghindari kemungkinan semacam pilih kasih yang memang sangat alami terjadi =) Melihat Maher dengan wajahnya yang cenderung imut-imut dan tingkahnya yang manja, saya kerap lebih senang memanjakannya dengan pelukan, dll. Karena tanpa saya peluk pun, Maher memang suka sekali menyandarkan tubuhnya di tubuh saya, dalam aktivitas apapun (bahkan sekarang saat saya menuliskan ini, hehe). Tapi Awwab juga istimewa, alhamdulillah =) Sejak kecil, pembawaannya dewasa dan berwibawa. Jarang menangis sejak bayi, tidak banyak bicara dan tidak manja. Salah satu yang terlihat menonjol adalah sikapnya yang penuh empati dan hatinya yang lembut. Beberapa waktu yang lalu, bersama teman-teman sekolahnya kami piknik ke de Ranch, Lembang. Di sana mereka bermain di area The Gold Hunter. Mencari 'emas', batu kuning kecil di antara bebatuan lain di dasar kolam yang dangkal. Mereka 'dipersenjatai...

Celoteh Kecil 1

Bagiku anak-anak selalu ajaib. Dan selalu mampu menciptakan yang ajaib-ajaib di hati seorang ibu. Paling tidak itulah yang kurasakan terhadap dua buah hati mungilku. Tak terasa Awwab sudah berusia 4 tahun, dan adiknya Maher 3 tahun. Alhamdulillah.. :) Aku sangat mensyukuri keajaiban-keajaiban yang Allah ciptakan pada mereka. Tak ingin rasanya semua ini terlewat, tapi hari harus berlalu. Maka mumpung masih ingat, aku ingin menuliskannya. Lalu kelak ketika aku membacanya, aku kembali merasakan getar-getar ajaib di hatiku, getar yang sama seperti saat itu. Getar kesyukuran. Semoga :) Celoteh Awwab: Beberapa hari terakhir, Awwab kerap bermain di luar rumah. Keluar tanpa izin, tanpa alas kaki. Sesuatu yang di luar kebiasaannya, di luar dari apa yang selalu kutanamkan. Lalu beberapa kata-kata yang tidak lazim dan tidak pernah kusebut di rumah, keluar dari lidahnya. What?? Baru berapa hari bergaul bebas, dia sudah dapat kosakata buruk. Sedih bercampur kesal, aku spontan menghukumn...

Parenting is Never About Parents! :)

Beberapa hari yang lalu, saya dan suami berencana mengajak anak-anak pergi ke taman bermain. Kamipun memutuskan untuk pergi ke arena bermain anak di sebuah mall yang sudah pernah kami kunjungi. Tempatnya luas, permainannya beragam, orangtua pun bisa bersantai di sudut-sudutnya yang nyaman. Ternyata Awwabku juga punya keputusan sendiri! :) Sehari sebelumnya, saya dan Awwab mampir ke sebuah hipermarket sepulang dari acara yang saya hadiri. Persis setelah tempat parkir, ada arena bermain yang menurut saya kurang asyik. Bising, permainannya pun tidak full anak-anak. Banyak permainan remaja bahkan dewasa. "Ma, Awwab mau ke C********!" Lho? Akhirnya saya dan suami berdiskusi di pinggir jalan. Kemana kami akan pergi? Kalau yang akan bermain adalah saya dan suami, tentu kami pilih arena bermain yang menurut kami nyaman. Tapi karena anak-anaklah yang akan bermain, akhirnya kami memutuskan pergi ke arena bermain kecil nan bising di sebelah tempat parkir :p Capek? Ya. Apalag...

The Power of Kepepet

Judul tulisan ini, "The Power of Kepepet" sebenarnya adalah judul sebuah buku tulisan @KataJURAGAN. Nah lho? Aku kok bikin judul tulisan dengan judul buku terus? Tandanya aku lagi mupeeeeeng :D Pertama mendengar kalimat pendek tersebut, ingin tertawa geli rasanya. Unik, tapi benar. Sangat penasaraaaaan, ingin tau isinya. Semoga buku itu masih jadi rizqiku. Sore tadi, aku ingat kejadian bertahun-tahun lalu ketika aku masih duduk di kelas 1 SMP. Ada hubungannya dengan "TEPOK" ini nih.. Jadi waktu itu, aku dan teman-teman yang masih sangat imut-imut (usiaku kira-kira 11 tahun) mencoba mengadakan santunan untuk anak-anak dhuafa di sekitar pondok kami yang masih berbentuk hutan. Kami bekerja keras bersama. Mulai urusan proposal, dekorasi, sampai pembagian kupon. Untuk pembagian kupon, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari +-6 orang. Tinggal membagikan kupon saja. Data sudah kami dapat di pagi harinya. Tiba-tiba di suatu perkampungan (yang dise...

5 Hari, Belajar pada 100 Orang

Wow wow, it seems impossible. Belajar pada 100 orang dalam 5 hari? Ya, setidaknya itulah yang terjadi dalam anggapanku. Alhamdulillah, peserta kursus bahasa Arab via BlackBerry yang kugagas mencapai jumlah 100-an orang dalam 5 hari. Lalu, di sisi mana bisa dibilang aku belajar? Karena merekalah, aku membuka banyak buku yang belum tentu kusentuh lagi. Di sisi itu, aku belajar sangat banyaaaak.  Beberapa hal yang sudah terlupa, akhirnya aku jadi ingat. Beberapa hal yang sebelumnya aku belum tau, aku jadi mencari tau demi mereka. Yang pastinya sangat bermanfaat juga untukku. Terimakasihku kepada seluruh peserta kursusku. Tidak hanya shadaqah antum semua yang (insya Allah) bermanfaat bagi anak-anak yatim & dhuafa. Tapi juga ilmu untukku. Mengulang pelajaran dengan semangat, dan juga pendidikan etos kerja luar biasa yang menggerakkanku untuk terjaga menyiapkan materi hingga larut malam. Dan lain-lain. Ya Allah, berkahilah usahaku. Berkahilah ilmuku. Jadikan ia sebagai pe...

Ibu Rumah Tangga dan Segalanya

Hari ini, genap 23 tahun 1 hari usiaku. Gak terlalu merasa tua sih, tapi tetap merasa aneh kalau ingat adik ke-5 ku segera berusia 17 tahun di tahun ini. Andai "waktu" adalah orang, lalu dia ikut olimpiade, dia pasti juara sprint tak terkalahkan :D Kembali ke hari lahirku yang jatuh kemarin, aku, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadikannya momen untuk membuat resolusi. Tapi aku harap aku yang sekarang sudah mempunyai kesadaran yang lebih besar untuk mewujudkannya ;) Impianku, Aku ingin menjadi ibu rumah tangga, dibanggakan sebagai ibu terbaik di dunia oleh anak-anakku, seperti aku membanggakan Ummi-Abi. Aku ingin menjadi seorang mom-preneur sukses, mandiri, menyamankan hidupku dan memuluskan impian-impian dan tujuan hidupku yang utama (bertemu Allah dalam sebaik-baik keadaan). Aku ingin menjadi bermanfaat untuk banyak orang. Menciptakan lapangan kerja, bermanfaat bagi orang-orang lemah, memanfaatkan dan mengajarkan ilmuku ke sebanyak-banyak orang. Terakhir, aku in...