Postingan

Anak: Cangkir yang Kosong

Alhamdulillah, beberapa hari ini Allah swt mentakdirkan saya bertemu dan membersamai seorang anak. Anak yang unik, yang kisahnya membangkitkan kasihan sekaligus rasa sayang. Tapi sebagian perilakunya benar-benar menguji kesabaran. Sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika usianya baru 5 tahun, ayahnya yang sudah meninggalkannya dan ibunya untuk mencari nafkah tiba-tiba kembali dengan kabar bahwa ia sudah menikah lagi. Sang ibu yang tidak bisa menerima kenyataan pun memutuskan meminta cerai, lalu menikah lagi. Lalu serentet ujian menerpanya tanpa henti. Ayah tirinya dipenjara karena memukuli ibunya. Lalu ibunyabercerai lagi, dan menikah untuk yang ketiga kali. Lalu, lalu, lalu,, saya tidak bisa membayangkan hidup seperti apa yang dijalaninya. Dia di tengah-tengah kami, seperti pemandangan aneh. Ketika ia mengajak temannya bercanda dengan pura-pura mencekik, tangan terkepal mengancam. Sedikit-sedikit mencari perhatian dengan menendang, melempar, memukul apa-apa yang ada di dekatnya, bah...

9 Tahun Meraih S1: It Tastes Like Sugar

16 Sept 2011, 09:30 AM Here I am.. Duduk manis di metro mini jingga bernomor tujuh lima, merayap dia membawa tubuhku yang bergetar dalam balut blus dan kerudung jingga. Menuju kampus yang biru. Hari ini keputusannya. Apakah Allah akan memberiku gelar "Fulltime-Mom" untuk seterusnya atau IA masih memberiku kesempatan belajar lagi 4 tahun ke depan (baca: tidak lulus atau lulus)? Ah, tiba-tiba aku merasa bahwa aku baru pertama kali melewati jalan ini, seperti 5 tahun yang lalu. Garis-garis putih berbaris seperti ular, naik dan turun tertabrak lampu tiga warna. Allah,, Beri aku yang terbaik.. 09:45 Tiba-tiba aku merasa malu pada gerbang yang menatapku, memutuskan kembali menelusuri ular-ular putih menabrak lagi lampu-lampu itu. Aku ingin ia terus menyala merah. Lalu kelu aku melangkah, mencari sepotong putih di antara jendela biru. Tiga puluh enam. Ternyata tak ada yang perlu kurisaukan.. Alhamdulillah =) Memutar kembali memori 5 tahun yang lalu, pertama ka...

Jatuh Cinta Lagi, Ke Seribu Kali

Cinta, Ini aku. Masih terjaga dengan senyummu di pelupukku yang tak mau berlalu. Merekahkan mawarku yang sudah lama mekar dan tak pernah mau layu. Empat tahun terlewat Sejak kita tatap atap kamar ini berdua, lalu bertiga dan sekarang berempat. Ini debarku yang (mungkin) ke seribu berkata: Aku jatuh cinta padamu. Salahmu, cinta! Semua salahmu! Salah teguh sabarmu, salah bening mata hatimu, salah aliran kasihmu yang tak henti membuatku mabuk, lalu kusadari: tak pernah engkau jauh karena nyatanya kau selalu ada di pintuku mengetuk dan menungguku menyambutmu memeluk Hi dengarlah, Cinta.. Jantungku berdebar, ke seribu satu kali. Katanya: Aku jatuh cinta lagi. <i>Untuk SuperDad: Yang selalu datang sepenuh kasih walau aku hampir selalu lupa berterimakasih. Terimakasih, Cinta.. Terimakasih atas segala cinta.</i>

Gerimis

<i>Ketika "Rinai" Bertanya tentang Gerimis</i> Gerimis, Taukah kau apa yang kau bawa? Ada senyum di sana meringis bersama sedikit tangis.. Aku, Itu aku. Yg terduduk di sini memeluk lututku sendiri. Dan dinginmu menusukku, Aku pilu. Namun itu juga kau yg datang begitu manis. Rinaimu membelaiku, membasuh peluhku. Dan hangatnya mentari menyela tiraimu memberiku senyum baru. Pelangi.

Membuktikan Cinta dengan Mendengarkan

Saya sedang sibuk pada sms seorang teman ketika saya sadari Awwab (putra pertama saya yang berusia 2 tahun) menatap saya dalam dengan wajah kesal dan setengah berteriak, "Mama!". Astaghfirullah.. Ternyata ia sudah memanggil saya berkali-kali, tepat di samping saya (maafkan Mama, nak!). Kita semua tentu tau, Allah menciptakan satu mulut untuk kita dan dua telinga. Untuk apa? Ya tepat sekali. Kita sudah seharusnya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Entah berapa banyak dosa yang telah diperbuat lisan kita. Dalam sebuah page di FB ( Statusku, Ladang Subur Pahalaku ), saya menemukan kata-kata hikmah dari Lukman Al-Hakim: Wahai anakku .... bila orang2 membanggakan perkataan2 mereka .... maka engkau berbanggalah dengan diammu .... aku tidak pernah menyesali diamku sekalipun .... namun untuk semua kata2 ku .... seringkali aku menyesalinya ( Luqman Hakim ) by Habsi Al Madani Subhanallah.. Sangat benar sekali! =) Kembali ke cerita 'pengabaian' s...

Love Charging

Aku yang terjaga di pelukan malam, dan mataku yang enggan terpejam oleh gelegak rindu di setiap sudut hatiku. Memanggil satu nama. Kakak. Enggan pula aku menghitung masa, saat-saat engkau begitu jauh di sana. Terlalu banyak, Kak.. Dimana-mana terserak. Tapi sungguh tak ada yang aku sedihkan. Karena rindu tak selalu berkonotasi kepedihan. Kan? ;) Mungkin suatu saat ketika kita bersama, perpisahan yang melahirkan rindu semacam ini, justru kurindukan. Rindu, rindu. Bersenandung syahdu, semanis madu. Dengannya lah kuisi penuh-penuh hatiku. Kutunggu engkau, kak! Selalu. (Cepatlah pulang, and my heart will has been fully charged with love!~)

Kumpulan Ringkasan Pelajaran "Maharat" kelas Takmily 2

Assalamu'alaikum, temans.. Ini kumpulan ringkasan pelajaran maharat Smoga bermanfaat yah~ Terimakasih tuk teman2 yang sdh ikut serta mmbuat ringkasan ini =) Ma'anannajaaaaah~~! Bab 1-16 (dlm bentuk .rar, ukuran 1,1 MB): http://www.ziddu.com/download/15198087/_.rar.html Bab 1 (dlm bentuk PDF ukuran 96 KB): http://www.ziddu.com/download/15198028/1_.pdf.html Bab 2 (dlm bentuk PDF ukuran 94 KB): http://www.ziddu.com/download/15198029/2_.pdf.html Bab 3 (dlm bentuk PDF ukuran 90 KB): http://www.ziddu.com/download/15198033/3_.pdf.html Bab 4 (dlm bentuk PDF ukuran 71 KB): http://www.ziddu.com/download/15198035/.pdf.html Bab 5 (dlm bentuk PDF ukuran 79 KB): http://www.ziddu.com/download/15198032/5_.pdf.html Bab 6 (dlm bentuk PDF ukuran 62 KB): http://www.ziddu.com/download/15198026/6_.pdf.html Bab 7 (dlm bentuk PDF ukuran 85 KB): http://www.ziddu.com/download/15198031/7_.pdf.html Bab 8 (dlm bentuk PDF ukuran 74 KB): http://www.ziddu.com/download/15198027/8_.pdf.html Bab...