Postingan

The Power of Kepepet

Judul tulisan ini, "The Power of Kepepet" sebenarnya adalah judul sebuah buku tulisan @KataJURAGAN. Nah lho? Aku kok bikin judul tulisan dengan judul buku terus? Tandanya aku lagi mupeeeeeng :D Pertama mendengar kalimat pendek tersebut, ingin tertawa geli rasanya. Unik, tapi benar. Sangat penasaraaaaan, ingin tau isinya. Semoga buku itu masih jadi rizqiku. Sore tadi, aku ingat kejadian bertahun-tahun lalu ketika aku masih duduk di kelas 1 SMP. Ada hubungannya dengan "TEPOK" ini nih.. Jadi waktu itu, aku dan teman-teman yang masih sangat imut-imut (usiaku kira-kira 11 tahun) mencoba mengadakan santunan untuk anak-anak dhuafa di sekitar pondok kami yang masih berbentuk hutan. Kami bekerja keras bersama. Mulai urusan proposal, dekorasi, sampai pembagian kupon. Untuk pembagian kupon, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari +-6 orang. Tinggal membagikan kupon saja. Data sudah kami dapat di pagi harinya. Tiba-tiba di suatu perkampungan (yang dise...

5 Hari, Belajar pada 100 Orang

Wow wow, it seems impossible. Belajar pada 100 orang dalam 5 hari? Ya, setidaknya itulah yang terjadi dalam anggapanku. Alhamdulillah, peserta kursus bahasa Arab via BlackBerry yang kugagas mencapai jumlah 100-an orang dalam 5 hari. Lalu, di sisi mana bisa dibilang aku belajar? Karena merekalah, aku membuka banyak buku yang belum tentu kusentuh lagi. Di sisi itu, aku belajar sangat banyaaaak.  Beberapa hal yang sudah terlupa, akhirnya aku jadi ingat. Beberapa hal yang sebelumnya aku belum tau, aku jadi mencari tau demi mereka. Yang pastinya sangat bermanfaat juga untukku. Terimakasihku kepada seluruh peserta kursusku. Tidak hanya shadaqah antum semua yang (insya Allah) bermanfaat bagi anak-anak yatim & dhuafa. Tapi juga ilmu untukku. Mengulang pelajaran dengan semangat, dan juga pendidikan etos kerja luar biasa yang menggerakkanku untuk terjaga menyiapkan materi hingga larut malam. Dan lain-lain. Ya Allah, berkahilah usahaku. Berkahilah ilmuku. Jadikan ia sebagai pe...

Ibu Rumah Tangga dan Segalanya

Hari ini, genap 23 tahun 1 hari usiaku. Gak terlalu merasa tua sih, tapi tetap merasa aneh kalau ingat adik ke-5 ku segera berusia 17 tahun di tahun ini. Andai "waktu" adalah orang, lalu dia ikut olimpiade, dia pasti juara sprint tak terkalahkan :D Kembali ke hari lahirku yang jatuh kemarin, aku, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadikannya momen untuk membuat resolusi. Tapi aku harap aku yang sekarang sudah mempunyai kesadaran yang lebih besar untuk mewujudkannya ;) Impianku, Aku ingin menjadi ibu rumah tangga, dibanggakan sebagai ibu terbaik di dunia oleh anak-anakku, seperti aku membanggakan Ummi-Abi. Aku ingin menjadi seorang mom-preneur sukses, mandiri, menyamankan hidupku dan memuluskan impian-impian dan tujuan hidupku yang utama (bertemu Allah dalam sebaik-baik keadaan). Aku ingin menjadi bermanfaat untuk banyak orang. Menciptakan lapangan kerja, bermanfaat bagi orang-orang lemah, memanfaatkan dan mengajarkan ilmuku ke sebanyak-banyak orang. Terakhir, aku in...

Anak: Cangkir yang Kosong

Alhamdulillah, beberapa hari ini Allah swt mentakdirkan saya bertemu dan membersamai seorang anak. Anak yang unik, yang kisahnya membangkitkan kasihan sekaligus rasa sayang. Tapi sebagian perilakunya benar-benar menguji kesabaran. Sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika usianya baru 5 tahun, ayahnya yang sudah meninggalkannya dan ibunya untuk mencari nafkah tiba-tiba kembali dengan kabar bahwa ia sudah menikah lagi. Sang ibu yang tidak bisa menerima kenyataan pun memutuskan meminta cerai, lalu menikah lagi. Lalu serentet ujian menerpanya tanpa henti. Ayah tirinya dipenjara karena memukuli ibunya. Lalu ibunyabercerai lagi, dan menikah untuk yang ketiga kali. Lalu, lalu, lalu,, saya tidak bisa membayangkan hidup seperti apa yang dijalaninya. Dia di tengah-tengah kami, seperti pemandangan aneh. Ketika ia mengajak temannya bercanda dengan pura-pura mencekik, tangan terkepal mengancam. Sedikit-sedikit mencari perhatian dengan menendang, melempar, memukul apa-apa yang ada di dekatnya, bah...

9 Tahun Meraih S1: It Tastes Like Sugar

16 Sept 2011, 09:30 AM Here I am.. Duduk manis di metro mini jingga bernomor tujuh lima, merayap dia membawa tubuhku yang bergetar dalam balut blus dan kerudung jingga. Menuju kampus yang biru. Hari ini keputusannya. Apakah Allah akan memberiku gelar "Fulltime-Mom" untuk seterusnya atau IA masih memberiku kesempatan belajar lagi 4 tahun ke depan (baca: tidak lulus atau lulus)? Ah, tiba-tiba aku merasa bahwa aku baru pertama kali melewati jalan ini, seperti 5 tahun yang lalu. Garis-garis putih berbaris seperti ular, naik dan turun tertabrak lampu tiga warna. Allah,, Beri aku yang terbaik.. 09:45 Tiba-tiba aku merasa malu pada gerbang yang menatapku, memutuskan kembali menelusuri ular-ular putih menabrak lagi lampu-lampu itu. Aku ingin ia terus menyala merah. Lalu kelu aku melangkah, mencari sepotong putih di antara jendela biru. Tiga puluh enam. Ternyata tak ada yang perlu kurisaukan.. Alhamdulillah =) Memutar kembali memori 5 tahun yang lalu, pertama ka...

Jatuh Cinta Lagi, Ke Seribu Kali

Cinta, Ini aku. Masih terjaga dengan senyummu di pelupukku yang tak mau berlalu. Merekahkan mawarku yang sudah lama mekar dan tak pernah mau layu. Empat tahun terlewat Sejak kita tatap atap kamar ini berdua, lalu bertiga dan sekarang berempat. Ini debarku yang (mungkin) ke seribu berkata: Aku jatuh cinta padamu. Salahmu, cinta! Semua salahmu! Salah teguh sabarmu, salah bening mata hatimu, salah aliran kasihmu yang tak henti membuatku mabuk, lalu kusadari: tak pernah engkau jauh karena nyatanya kau selalu ada di pintuku mengetuk dan menungguku menyambutmu memeluk Hi dengarlah, Cinta.. Jantungku berdebar, ke seribu satu kali. Katanya: Aku jatuh cinta lagi. <i>Untuk SuperDad: Yang selalu datang sepenuh kasih walau aku hampir selalu lupa berterimakasih. Terimakasih, Cinta.. Terimakasih atas segala cinta.</i>

Gerimis

<i>Ketika "Rinai" Bertanya tentang Gerimis</i> Gerimis, Taukah kau apa yang kau bawa? Ada senyum di sana meringis bersama sedikit tangis.. Aku, Itu aku. Yg terduduk di sini memeluk lututku sendiri. Dan dinginmu menusukku, Aku pilu. Namun itu juga kau yg datang begitu manis. Rinaimu membelaiku, membasuh peluhku. Dan hangatnya mentari menyela tiraimu memberiku senyum baru. Pelangi.