Postingan

Mengantar Orangtua ke Syurga

Masih ingatkah kita dengan sebuah kisah di masa Rasulullah? Tentang ketaatan seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya berjihad dengan satu pesan, "Jangan pergi sebelum saya pulang". Dan ternyata, dalam masa kepergian suaminya, orangtuanya sakit keras. Saudara-saudaranyapun memintanya hadir, untuk menemui orang tuanya yang sedang sakit, namun karena ketaatannya kepada suami, dia tak juga berangkat menemui orang tuanya hingga meninggal. Tentu, kita semua mengingatnya bukan? Bagi kita manusia biasa, peristiwa tersebut terasa amat janggal. Tak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang anak mampu bertahan tidak menemui orang tuanya yang sedang sakit keras bahkan sampai meninggal, hanya karena taat kepada pesan suami. Mungkin, sebagian kita bahkan akan mengumpat dan mencaci maki kepada wanita tersebut bila kita hidup di masa itu. Kita akan katakan kepada wanita tersebut sebagai anak yang tak berbakti, anak yang tak tahu balas budi atas kasih sayang orang tua, anak yang keterlaluan...

Benar-benar 'Hidup Baru'!

[Sebelum aku mulai tulisan ini, aku mau cerita dulu bahwa,, Alhamdulillah,,,,, kakakku pulaaaaaaang.. Seneng banget loh.. :L Tapi sekarang kk dah pergi lagi.. Sedih, tapi tetep senyum deh. :) ] Sudah sangat umum, ketika ada seseorang menikah, diucapkan "Selamat Hidup Baru". Begitupun aku. Selain kata-kata "Barakallahu laka dst", kata-kata umum untuk ucapan pernikahan ya itu, "Selamat Menempuh Hidup Baru". Aku juga termasuk yang begitu, minimal, setelah puisi-puisi kecil atau doa lainnya, di ujung kartu kutulis, "Selamat Menempuh Hidup Baru". Abis, nulis apa lagi dong? ;) Udah standar banget, ya, kaya'nya.. :) Sebelum nikah, aku sama sekali ga paham esensi kata-kata itu. Ya sekedar bumbu kartu hadiah pernikahan. :) Tapi ternyata, pernikahan benar-benar hidup baru! (Yang dah nikah pasti ngetawain aku neh,, ihh baru tau.. :p ) Pertama kali kata-kata "bener-bener hidup baru" kurasakan maknanya ya di hari-hari awal pernikahanku. Hari per...

Loving You...

Gambar
Dulu, suatu hari.. Kakak pernah ngasih komen di fs-ku pake gambar ini. Wah,, kata-katanya itu lho, berkesan bgt.. Aku jadi tergerak tuk mengenangnya.. :) Makasi, kakak.. :L Link langsung ke gambar ini: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1zBwzxW8wI-PM6gARczvC6S7v-tgxB-qs67li9y5pCBuiYwksxldppyS5tgsNv73_Ql3a79jLkTbdN_F37oqd2-wAOFLEHW0Ax9zzL-t35El750jxbj6PfR8fd7aVC47x0NLxmjdwxEqi/s1600-h/love-wallpaper9.jpg Pasang di halaman lain:

Seuntai Namamu

Gambar
[dari suamiku lagi.. Ternyata suamiku pinter jg merangkai kata ya? ] Fla.. Setiap detik berlalu adalah kerinduan Setiap desah nafas adalah cinta Setiap langkah adalah asa Setiap yang tersirat adalah angan Setiap kata yang terucap adalah namamu Fla.. Engkau begitu anggun Indah mempesona Menggelorakan setiap desahku Mengetarkan setiap langkahku Melambungkan setiap anganku Menggema dalam kesendirianku Seuntai namamu Fla.. Aku mulai aneh Aneh dengan semua yang kurasa Aku tak mampu menahan bisikan cinta yang bergemuruh Memenuhi ruang sempit didadaku Aku tak kuasa menolak bujukan suara hati yang berbaur bersama rayuan syahdu itu Sampai kapan semua ini kan kubawa ? Aku tak tahu [Ooh,, aku tersanjung.. ]

Hewanpun Punya Cinta

Gambar
Subhanallah.. Bagaimana dengan kita, manusia? ;)

Wasiat Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a.

‘Aisyah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini…” Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. Diantara sebab-sebabnya ialah, mereka itu : (a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah. (b) Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, dan apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat mereka tidak bersyukur. (c) Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah. (d) Banyak bicara yang tidak bermanfaat. Wahai Aisyah, ketahuilah : (a) Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah. (b) Bahwa wanita yan...

Kakak,, Cepatlah Pulang..

Gambar
Di salah satu sampul depan buku Kahlil Gibran, aku pernah menemukan sebuah kalimat unik, "Cinta baru merasakan kedalamannya ketika ada saat perpisahan". Benarkah? Hari Ahad lalu, kakakku pergi. Memang sejak sebelumnya, kakak dah bilang mau pergi ke Jeddah dan Makkah selama 4 hari. Hatiku bergolak sedikit. Tapi cuma sedikit. :) Dan siang itu, kakak benar-benar pergi. Sejak pagi, setelah menyiapkan sarapan, aku pun menyiapkan barang-barang untuk bekal kakak. Rumah kami yang masih berantakan karena baru kemarinnya pindah, membuat pekerjaanku kali itu serasa bertumpuk. Dengan hati galau, aku masukkan pakaian kakak ke kopernya, sementara kakak tidur karena memang kepindahan kami benar-benar membuatnya lelah. Jam 10 pagi, kakak bangun, mandi, makan siang, lalu kami shalat dhuha bersama. Di rakaat ke delapan, tiba-tiba airmataku luruh.. Dan setelah salam, kontan aku memeluknya dalam-dalam. Kakak.. Haru,, begitu haru.. Rasanya, sampai sekarang pun aku masih bisa mengenang apa yang ha...