Postingan

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Gambar
Penulis: M. Fauzil Adzim Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya. Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbic...

Manja pada Suami? Hmm.. ;)

Tadi pagi, ketika aku dan kakak bersantai setelah main pingpong,, iseng2 aku tanya2 kakak.. :L Aku: Kak, gimana menurut kk mengenai istri yang manja pada suami? Kakak: (agak terkejut) Hm, bagus! Aku: (dalam hati) wah, asiiikk.. :D Aku: Oya? Kakak: Iya, tapi bukan cemberut atau nangis trus.. Aku: Hm? Kakak: Iya, tapi berani berterus-terang ma suami kalau mau apa-apa.. Begitulah.. Aku: Oo,, begitu ya? Aku: (senyum-senyum usil) eh, Kak,, ini interview lho.. Aku posting di blog ya.. Kakak: Hah? Hehehehe... Ga papa kan, manja? Yang penting shalihah! :L

Aku (Ga) Mau Pulang..

Gambar
Pagi ini,, Ummiku telpon. "Gimana, nak? Jadi pulang bareng Umi?" Deg. Tiba-tiba hatiku bergetar.. Ya Rabb. Pulang? Secepat ini? Rasanya aku jadi tersenyum sinis pada hari-hari yang telah lewat,, dimana aku pernah menangis menginginkan pulang... Aku pernah merengek pada Ummi dan kakak, aku mau pulang... Aku seperti buta, tidak melihat bahwa Madinah begitu indah.. Bahwa keberadaanku di kota Rasul seharusnya sangat kusyukuri, lebih kusyukuri.. Aku merasa begitu bodoh, aku pernah merindukan hal-hal kecil, bahkan kerdil dan konyol. Aku pernah merindukan tahu-tempe (yang sebenarnya bisa kudapatkan di sini), masakan mbak Sumi di rumah, bahkan aku pernah merindukan kemacetan Jakarta! Duh! Rasanya nanti ketika aku benar-benar kembali terjebak kemacetan, 1/2 jam perjalanan yang ditempuh 3 kali lipat lebih lama,, aku akan 10 kali lebih menyesal.. Jadi pagi ini, aku seperti 'jatuh cinta' memandang Uhud di seberang jendela.. Subhanallah.. Uhud, yang seperti sabda Rasulullah SAW, g...

Sarapanku 'Keren' Sekali.. :L

Gambar
Dah lama ga posting,, jadi rindu.. :) Tapi sayang, kerinduanku pada blogging ga sebanding dengan datangnya ide yang rasanya agak 'melambat', hehe.. Nah, pagi ini, ketika aku menggoreng kentang untuk sarapan,, aku agak termenung.. Dulu aku ga suka kentang goreng lho.. Terlalu elit. Seumur-umur makan french fries,, mm, berapa kali ya? Mungkin bisa dihitung dengan sebelah tangan. Tapi di sini aku bisa makan french fries 1/4 kilo tiap pagi. Woow, sarapanku 'keren' sekali.. :D Aku bukan bermaksud berbangga,, ya alhamdulillah aku bersyukur Allah memberiku sarapan enak tiap hari. French fries plus susu hangat, kadang ditambah nugget.. Aku jadi teringat saudara-saudaraku di Indonesia.. Gizi buruk dimana-mana. Ya Rabb.. Ah, aku rindu nasi uduk. :) Juga bakwan dan tahu isi-nya.. :L

Senyum Onta :)

Gambar
Ini tulisan suamiku di blog-nya, http://jabal-uhud.blogspot.com ,, kunjungi ya.. Bagus-bagus lho, tulisannya :L Pada tanggal 28 juli yang lalu, saya menemani rombongan jamaah umroh khadim wisata ziarah di kota Mekah, diantaranya ke Jabal Rahmah di Arafah. Biasanya ketika turun dari bus orang-orang arab badui dengan onta mereka langsung menghampiri para jamaah untuk berkeliling di sekitar Jabal Rahmah atau sekedar berpose dengan onta. Mereka menawarkan sambil memasangkan 'simagh' (sorban) di kepala jamaah laki-laki, sambil mengatakan, "Lima riyal-lima riyal". Maklum mereka sudah fasih berbahasa Indonesia. Onta-onta tersebut begitu patuh dengan tuan-tuan mereka. Saya jadi ingat dengan sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunannya, Hadist nomor 2551. Disana disebutkan Rosulullah menghapus airmata seokor onta yang sedang menangis, lalu Rosulullah bertanya: "Siapa pemilik onta ini?" Maka datanglah seorang pemuda anshor lalu berkata: Ï...

Surat Sederhana untuk Suamiku

Gambar
Oleh Nely Dyahwathi Suamiku, satu bulan sudah berlalu. Masih teringat jelas di dalam memori otakku detik-detik bahagia itu. Detik di mana malaikatpun ikut mendoakan kita. Detik di mana gerbang kebahagiaan akan kita lewati dengan ikatan perjanjian yang kuat. Mahligai akan kita bangun dengan kekuatan cinta. Mahligai yang meski sederhana, namun kokoh dan meneduhkan. Engkau sebagai raja yang arif dan perkasa melindungi dari setiap serangan. Dan aku adalah ratu yang lembut, senantiasa memberi cinta dan kedamaian serta menjaga singgasana kita. Suamiku, satu bulan kita lalui penuh kebahagiaan. Namun sayang, kita tidak boleh berbangga diri. Jalan di depan kita masih panjang. Satu bulan hanya masa perkenalan, seperti halnya bunga krisan yang beradaptasi di lingkungan barunya. Satu bulan hanya masa yang singkat, karena sepanjang usia kita pun takkan bisa benar-benar mengenal dua pribadi yang berbeda. Satu bulan hanya titik awal kita memulai perjalanan ini. Ingatlah suamiku, perjalanan kita nanti...

Semangkuk Bakmi Hangat

Gambar
Suatu malam, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Di perjalanan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia sama sekali tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ”Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu. “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai. “Tidak apa-apa, aku hanya terharu", jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberi aku semang...