Postingan

Wanita Pintar

Gambar
sumber: afatih.wordpress.com Oleh A. Fatih Syuhud www.fatihsyuhud.com Ditulis untuk buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri Ada dua kepintaran yang umumnya dikenal yaitu pintar ilmu dan pintar perilaku. Pintar ilmu dapat dicapai dengan belajar yang rajin dan terus menerus. Semakin lama belajar dan semakin tinggi tingkat pendidikan seorang wanita, maka akan semakin pintar dan dalam ilmunya. Menjadi wanita yang pintar ilmu itu “mudah”, setidaknya tidak sesulit menjadi wanita yang pintar perilaku. Karena jalan menuju kepintaran ilmu itu lebih “kasat mata” dibanding lika-liku yang perlu dilalui untuk menuju kepintaran perilaku. Seorang wanita yang memiliki kepintaran ilmu tidak otomatis membuat yang bersangkutan menjadi pintar perilaku. Kendatipun kepintaran ilmu bisa menjadi salah satu jalan menuju kepintaran perilaku. Apa itu pintar perilaku? Allah memuji Nabi Muhammad karena kepintaran perilakunya yang tinggi. Dalam QS Al Qalam 68:4 Allah berfirman “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar...

Satu Tahun Memadu Langkah... :L

Gambar
Kakakku sayang,, ternyata dah setahun kita bersama :L . Terasa begitu singkat olehku.. Semakin kurasakan cintamu, pagi ini. "Assalamuálaikum.. Sayangku,, setahun yang lalu engkau menjadi istriku. Semoga kk selalu bisa menjadi yang terbaik buatmu. Dapat membimbingmu selalu ke syurga. Maafin segala kekurangan kk." (sms-mu pagi ini :L ) Kakak sayang,, Aku teringat kemarin sebelum kk pergi, kk menyusulku ke kamar mandi dengan menenteng sepatu. "Yank,, tolong ini dikasih sabun ya.." Hm? Bingung. Sepatu dikasih sabun?? Duh, kakak.. Maksudnya dicuci?? :) Kakak selalu begitu. Selalu tau cara yang paling lembut,, yang paling menyentuh hatiku.. :L Kakak yang tidak pernah mengeluh karena hari ini aku lupa memasak.. Kakak yang 'menyukai' tampang bangun tidur -ku.. (hehe,, padahal maksudmu "ayo segera cuci muka, sayang..", gitu kan? ;) ) Kakak yang selalu punya kejutan untukku, di saat-saat yang sama sekali ga kusangka, dengan hal yang sama sekali ga kuduga.. Y...

Pernikahan Adalah...

Gambar
Saudaraku.. Nikah itu ibadah, Nikah itu suci, ingat itu.. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.. Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.. karena semua itu akan menyebabkan celaka... Jadikan agama sebagai alasan.. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan... Saudaraku.. Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta.. Namun,, Jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.. Jadikanlah ”ALLAH” sebagai landasan.. Niscaya engkau akan selamat.. Tidak saja dunia, tapi juga akherat.. Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan.. Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai. Saudaraku... Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”…… disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika ini kau lakukan ”istanamu” tidak akan langgeng.. Lihatlah manusia teragung Rasulullah saw… Tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, berala...

Tahun Pertama Penikahan...

Gambar
Tahun-tahun pertama perkawinan adalah masa-masa penyesuaian pasangan dalam meleburkan kepentingan dua kepala dan individu menjadi satu kepentingan atas nama bersama. Di masa ini pasangan memiliki persepsi serba positif mengenai konsep pernikahan. Sikap positif thingking menjadi dasar setiap pasangan dalam mewujudkan kehidupan perkawinan yang ideal seperti yang mereka bayangkan. Masa-masa pernikahan juga bisa menjadi masa-masa penuh cobaan karena penyesuaian awal ini butuh pengorbanan. Jika berhasil, pasangan akan memasuki tahap berikutnya dengan landasan yang lebih kokoh. Sebaliknya, jika gagal menyesuaikan diri dan menghabiskan banyak energi untuk memahami atau menuntut pasangan agar sesuai dengan harapan, maka perkawinan akan disibukan dengan hal-hal kecil. Kalau dibiarkan akan menjadi besar. Hmm.. Bagaimana melewati cobaan yang lebih berat di tahun-tahun mendatang, jika pada masa awal saja pasangan tidak saling mendukung. Banyak sekali hal-hal yang dapat menjadi hambatan di tahun-ta...

Muslimah, Antara Siap dan Ingin Menikah

Gambar
sumber http://www.manajemenqalbu.com Pernikahan Idham dan Rani berlangsung lancar. Kawan-kawan kuliah keduanya banyak yang datang, walaupun resepsi itu dilakukan jauh dari kota dimana mereka berdua menuntut ilmu. Di sudut ruangan, tampak sekelompok akhwat sedang menikmati hidangan. Mereka sedang menggoda Rifa, sahabat Rani, kapan Rifa akan segera menyusul Rani. Ditanya begitu, Rifa hanya tersenyum, dan menjawab, “Jika saatnya tiba.” Namun tak lama setelah kejadian itu, timbul perasaan-perasaan ingin mengitu jejak Rani di hati Rifa. Meski Rifa sendiri masih galau, apakah dirinya benar-benar sudah siap atau hanya ingin menikah???? Sahabat Muslimah…Banyak akhwat yang mengalami peristiwa yang dialami Rifa dalam ilustrasi diatas. Beberapa diantaranya rata-rata masih tercatat sebagai mahasiswi. Memang, menikah dini di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini seolah menjadi trend yang sedang berkembang. Sahabat Muslimah… Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang akhwat ingin segera mengakhiri ...

Siapkah Kamu Menikah Denganku?

dari blog seorang teman (http://senyumuslim.multiply.com) Ada beberapa hal yang membuat saya memutuskan menikah dengannya. Terutama adalah kesiapannya bertanggung jawab secara moral, melindungi, dan mengayomi, saya sebagai calon istrinya waktu itu. Walaupun sebelum menikah, dia sempat mempertanyakan. Mampukah saya menerima dia apa adanya? Dengan status masih calon pegawai negeri sipil. Yang gajinya hanya Rp. 450.000,-. Mulanya saya ragu, karena saya yang terbiasa dibesarkan dari keluarga yang selalu memanjakan saya, tidak bisa memasak, mencuci, membersihkan rumah, pendeknya tidak bisa diajak hidup susah. Jauh dari kriteria istri sempurna. Mama yang wanita karier, memberikan pengasuhan lewat bantuan pengasuh/pembantu yang kadang setiap bulan berganti-ganti. Beliau mengajari saya bagaimana menjadi wanita yang tangguh dan mandiri, namun lupa memberikan pelajaran berharga untuk menjadi wanita sesungguhnya, yaitu wanita tempat bernaung suami, wanita yang mampu memberikan ketenangan ketika s...

Mengantar Orangtua ke Syurga

Masih ingatkah kita dengan sebuah kisah di masa Rasulullah? Tentang ketaatan seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya berjihad dengan satu pesan, "Jangan pergi sebelum saya pulang". Dan ternyata, dalam masa kepergian suaminya, orangtuanya sakit keras. Saudara-saudaranyapun memintanya hadir, untuk menemui orang tuanya yang sedang sakit, namun karena ketaatannya kepada suami, dia tak juga berangkat menemui orang tuanya hingga meninggal. Tentu, kita semua mengingatnya bukan? Bagi kita manusia biasa, peristiwa tersebut terasa amat janggal. Tak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang anak mampu bertahan tidak menemui orang tuanya yang sedang sakit keras bahkan sampai meninggal, hanya karena taat kepada pesan suami. Mungkin, sebagian kita bahkan akan mengumpat dan mencaci maki kepada wanita tersebut bila kita hidup di masa itu. Kita akan katakan kepada wanita tersebut sebagai anak yang tak berbakti, anak yang tak tahu balas budi atas kasih sayang orang tua, anak yang keterlaluan...